Ironi Delik Penistaan Agama bagian 2

Entah kelak siapa lagi yang terganggu lantaran ”merasa” agamanya dinista. Seperti Rizieq, Ahok didakwa melanggar Pasal 156 dan 156-a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencemaran dan penghinaan. Keduanya merupakan pasal karet yang sejak dulu selalu dijadikan alat bagi pihak yang lebih kuat untuk menekan yang lemah. Karena itulah segenap umat beragama sebaiknya menahan diri dan tidak menggunakannya untuk alasan apa pun.

Polisi seyogianya tidak meneruskan kasus Rizieq dan pengadilan membebaskan Ahok. Delik ini jangan dilestarikan. Siklus kebencian ini harus dihentikan. Cara terbaik, tentu saja, menghapus pasal-pasal tersebut dari KUHP. Di sini kita mengharapkan peran negara, yang diwakili oleh pemerintah dan DPR. Diperlukan keberanian mengakui bahwa aturan yang konon untuk melindungi umat beragama itu kini malah menjadi pemecah belah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *