Pilihan Taksi Aman Lewat Aplikasi Smarthphone

sat-jakarta.com – Pemesanan taksi lewat aplikasi smartphone diramaikan dengan hadirnya Uber. Untuk menyosialisasikan aplikasi transportasi yang telah populer di sejumlah negara Eropa ini, Mike Brown, Uber General Manager Southeast Asia, dalam kunjungannya ke Jakarta beberapa waktu lalu menjelaskan tentang standar keamanan yang dibangun Uber untuk keselamatan para penumpangnya, terutama perempuan. “Kami menyediakan beberapa fitur keselamatan untuk para pengguna. Salah satunya adalah tiap tiap pengemudi yang ada didalam sistem kami sudah melewati pemeriksaan latar belakang secara menyeluruh,” ujarnya.

Baca juga : untuk membantu anak dalam ujian masuk universitas luar negeri berikut rekomendasi kursus IELTS terbaik di Jakarta

Uber bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberi kepastian dari para pengemudi tidak mempunyai catatan sejarah kriminal. Jadi tak sekadar memiliki data SIM dan KTP, Uber juga memeriksa latar belakang semua pengemudi dan melakukan wawancara serta pelatihan. Itu pun, setelah bergabung, saat pengemudi tak memenuhi standar Uber (yang dinilai berdasarkan sistem rating dari pelanggan) maka mereka akan dihapus dari sistem dan meminta mitra (operator taksi) untuk mengganti dengan pengemudi yang berbeda.

Selain proses rekrutmen pengemudi yang ketat, sistem keselamatan yang lain untuk pengemudi dan penggunanya adalah sistem cash-less (tidak ada transaksi pembayaran tunai di dalam kendaraan), sistem pelacak di setiap kendaraan, hingga pemberitahuan ETA (Estimated Time of Arrival/waktu kedatangan) yang bisa disharing ke keluarga dan teman dekat. Pada sistem yang terakhir ini, saat penumpang merasa khawatir dengan armada yang mereka tumpangi, penumpang hanya perlu klik tombol “Share My ETA” lalu memilih teman mana untuk tempat berbagi informasi tentang keberadaan mereka.

Dari sini teman tersebut akan menerima pesan teks yang mencantumkan nama penumpang, nama pengemudi, pelat nomor pengemudi, nomor telepon, dan link ke Google Maps untuk mengetahui keberadaan kendaraan tersebut. “Kami selalu tahu siapa pengendara dan penumpang. Jadi, jika terjadi suatu masalah dalam kondisi tertentu, kami dapat untuk melakukan pelacakan dengan GPS. Kita mempunyai semua informasi mengenai perjalanan tersebut,” lanjut Mike.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *